BERAUUMUM

Tamatan SD Lebih Banyak Bekerja dibandingkan Sarjana


VIDEO WISATA BERAU

TANJUNG REDEB, berauterkini – Lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Berau menurut data Angkatan Kerja Menurut Pendidikan dan Jenis Kegiatan di Kabupaten Berau tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, paling sedikit terserap di dunia kerja.

Secara keseluruhan, lulusan yang bekerja dari tingkat perguruan tinggi sebanyak 11,13 persen atau sebanyak 11.722 orang. Begitu juga di tahun 2018, lulusan perguruan tinggi menjadi yang terkecil diantara tingkat pendidikan yang lain, hanya 8,70 persen atau sebanyak 8.919 orang.

Namun, dari tahun 2018 ke 2019 terjadi peningkatan jumlah pekerja dikarenakan lulusan dari perguruan tinggi semakin bertambah. Begitu juga dengan penyerapannya di dunia kerja.

Selain itu di tahun 2019, lulusan tingkat SD paling banyak terserap di dunia kerja, sebanyak 32,54 persen atau sebanyak 34.271 orang. Untuk lulusan SMA sebanyak 25.340 orang. Lulusan SMK terserap sebanyak 14.70 persen atau 15.482 orang.

Meskipun lulusan universitas paling kecil terserap di dunia kerja, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) terbanyak berasal dari tingkatan sekolah SMA sebanyak 28,82 persen atau sebanyak 1.626 orang. Sedangkan untuk universitas, TPT hanya sebesar 13,08 persen atau 737 orang.

TPT tingkat pendidikan SMP yaitu 19,21 persen atau 1.083 orang, dan TPT tingkat pendidikan SD yaitu 23,84 persen atau 1.345 orang.

“Dari data yang dilampirkan TPT tertinggi memang SMA, tapi itu bisa menandakan pendidikan di Berau sudah membaik, tandanya pendidikan sudah berada di atas SMP,” jelas Kepala BPS Berau, Bahramsyah kepada Disway Berau, Jumat, (24/7).

Kemudian, pekerjaan paling banyak terserap dari tamatan SD, namun klasifikasi jenis pekerjaan kebanyakan di Berau yaitu buruh ataupun mereka yang membuka usaha sendiri. Biasanya seperti pelaku UMKM.

Lulusan SMK juga banyak terserap karena lebih menjanjikan dengan kemampuan skill yang telah diajarkan pada masa sekolah.

“Di tahun 2020 ada kemungkinan lulusan dari universitas, SMA maupun SMK akan banyak bertambah, karena telah melalui masa kelulusan. Bisa jadi, mereka akan sulit terserap di dunia kerja lantaran di banyaknya kasus PHK. Dan mereka yang di PHK akan didata ulang kembali di Agustus nanti,” ungkapnya.

Sedangkan data sementara Kalimantan Timur pengangguran terbuka sejak Agustus 2019 hingga Februari 2020 yaitu 6,09 menjadi 6,88 persen. (*)

Sumber www.nomorsatukaltim.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close