BERAU

Edarkan Narkoba, Dua Napi Asimilasi Dibekuk Polisi

TANJUNG REDEB – Dua orang napi asimilasi diamankan Polsek Teluk Bayur. Pelaku berinisial AJ(28) warga Teluk Bayur dan JU (40) warga Gunung Tabur. Keduanya diamankan lantaran kasus yang sama, narkotika.

Paur Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan AJ diamankan pada hari Minggu, 9 Agustus 2020, sekitar pukul 21.00 wita, berkat laporan masyarakat.

“Setelah mendapat informasi, Polsek Teluk Bayur melakukan penyelidikan dengan melakukan pembelian terselubung melalui seorang informan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 11 Agustus 2020.

“AJ kita Tangkap saat sedang melakukan transaksi dengan informan, yang dilakukan di Jalan Poros Teluk Bayur-Labanan, Kecamatan Teluk Bayur,” tambahnya.

Dari tangan AJ, polisi mengamankan satu poket sabu seberat 0,29 gram, termasuk uang tunai sebesar Rp 400 ribu dari hasil transaksi pelaku dengan pembelinya.

Dalam keterangan yang disampaikan AJ saat diperiksa, lanjut Pinem, AJ mendapat barang haram tersebut dari seorang temannya berinisial JU (40), seorang warga Gunung Tabur.

“Polsek Teluk Bayur bekerjasama dengan Polsek Gunung Tabur untuk melakukan penangkapan terhadap JU. Pelaku berhasil kita amankan dirumahnya pada Senin, 10 Agustus 2020 sekitar pukul 01.00 wita,” ungkapnya.

Dari tangan AJ, polisi mengamankan satu poket sabu seberat 6,64 gram yang disimpan di lemarinya, serta uang tunai sebesar Rp 450 ribu.

Keduanya merupakan napi yang mendapat asimilasi pada Februari 2020 lalu dari pemerintah. Sebelumnya kedua pelaku juga ditahan dengan kasus yang sama, yakni narkoba.

“Keduanya diketahui berkenalan saat masih didalam rutan. Dari situlah keduanya menjadi teman hingga keluar karena mendapat asimilasi. Usai keluar dari rutan, malah kambuh lagi edarkan narkoba,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, AJ terancam Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika

“Dengan ancaman hukuman paling sedikit lima tahun penjara dan paling lama dua puluh tahun, dengan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” ujarnya.

“Sedangkan JU terancam Pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” pungkasnya.

Penulis : Sofy/berauvision.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close