BERAU
Trending

Miris, Dalam Sebulan, Terjadi Tiga Kali Kasus Pencabulan


VIDEO WISATA BERAU

TANJUNG REDEB,BERAUTERKINI – Dalam kurun waktu satu bulan, sudah 3 kali terjadi kasus pencabulan di Kabupaten Berau. Dan  mirisnya, pelaku adalah orang terdekat korban.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalu Kasat Reskrim AKP Rido Doly Kristian, menuturkan, kejadian pertama terjadi pada 24 Juli 2020 lalu. Korban berinisial  Bunga (15), dipaksa oleh kekasihnya sendiri yakni FY (15). Aksi tersebut berhasil diketahui oleh orangtua Bunga , kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib.

“Keduanya masih di bawah umur. Tapi karena melanggar, tersangka terpaksa kami tahan,”ungkap Kasar Reskrim Polres Berau, AKP Rido, Rabu (12/8/2020).

Lanjut Rido menjelaskan,  dari pengakuan pelaku, korban diajak bertemu kemudian dibujuk rayu. Setelah itu, korban disetubuhi oleh pelaku. Karena curiga, orangtua korban pun menanyai anaknya, hingga terlontar bahwa korban telah berhubungan badan dengan pelaku.

“Mendapat laporan tersebut, kami langsung jemput pelaku,” ujarnya.

Kejadian kedua, terjadi pada 26 Juli 2020. Pelaku tak lain merupakan orang terdekat korban. Bahkan pelaku yag berinisial BHR (65) tega mencabuli dua anak dibawah umur yakni Melati (8) serta Mawar (7). Pelaku membujuk korban, dan korban yang tidak tahu menahu hal tersebut, bahkan tidak menyadari telah menjadi korban pencabulan.

“Orangtua korban tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan. Melaporkan kepada kami, akhirnya kami ringkus BHR di wilayah hukum Polres Berau,”tambahnya.

Keterangan BHR, ia mengaku khilaf melakukan perbuatan tersebut. Hingga nekat mencabuli kedua korban secara bergantian, dan pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Dia mengaku khilaf. Apapun alasannya tetap saja ia bersalah,” katanya.

Kejadian ketiga, terjadi pada 30 Juli 2020, korban yang masih berumur 16 tahun, dipaksa untuk melayani nafsu bejat AF (30). Kejadian ini tentu membuat kelurga korban tidak terima. Tidak ingin berbuntut panjang, keluarga korban langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Korban ketiga masih berstatus pelajar. Sebut saja namanya Bulan (16),” ungkapnya.

Menurut Rido,  pelaku merupakan orang terdekat korban. Yang seharusnya menjadi pelindung untuk korban. Bukan malah menjadi predator. Hal ini tentu sangat disayangkan oleh Rido, ia juga mengimbau kepada seluruh orangtua, agar lebih memperhatikan lagi pergaulan anaknya, jangan terlalu membebaskan anak.

“Hal ini sangat disayangkan. Peran orangtua dan lingkungan juga sangat penting,” ujarnya.

Ketiga pelaku yang telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Berau diganjar dengan pasal 81 Junto Pasal 76 D dan atau Pasal 82 Junto Pasal 76 E, Undang Undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam kurungan maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Sofi/Berauvision.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close