BERAU

Kesbangpol Berencana Gelar Rapat Kewaspadaan Dini Guna Cegah Konflik Sosal Di Pilkada


VIDEO WISATA BERAU

TANJUNG REDEB – Dalam rangka mencegah konflik sosial dalam perhelatan Pilkada 2020 Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau, berencana mengadakan rapat kewaspadaan dini bagi masyarakat Bumi Batiwakkal.

Sebab, hal tersebut dirasa penting bagi edukasi masyarakat, mengingat banyaknya isu-isu ujaran kebencian di tengah khalayak umum menjelang pesta demokrasi bergulir.

Kepala Sub Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Berau, Zulfadliansyah saat dikonfirmasi pada Senin (7/9/2020) siang mengatakan, wacana tersebut bakal direalisasikan saat anggaran tersedia.

Pasalnya, di masa pandemi Covid-19, banyak anggaran di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang direcofusing dan dalam hal ini Kesbangpol Berau termasuk salah satunya.

“Kalau rencananya sih ada. Tapi masalahnya, kita ini terkendala dengan anggaran. Hadirnya Covid-19 membuat anggaran direcofusing. Kalau nantinya di APBD perubahan dianggarkan, besar kemungkinan kita akan lakukan rapat tersebut,” terangnya.

Menurutnya, anggaran yang dipangkas mencapai 50%. Sehingga berdampak pada pengurangan jumlah petugas lapangan Kesbangpol.

Ia menerangkan, sejauh ini pihaknya terus memantau perkembangan politik dari masing-masing bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Berau.

“Baik itu dari kampanye, pencalonan dan tahapan lainnya untuk di kontrol. Kita tidak ingin nantinya, ujaran kebencian di kalangan masyarakat terjadi menjelang Pilkada. Sebab, hal ini akan menimbulkan konflik sosial kedepan,” ungkapnya.

Menurutnya, bila ada edukasi yang diberikan ke masyarakat, tentu hal itu dapat diminimalisir.

Sesuai dengan peraturan yang ada, Kesbangpol memiliki fungsi untuk menggali isu-isu di lapangan. Mereka bertugas sebagai intelijen terhadap dinamika yang terjadi di masyarakat.

“Jadi setiap gerak apapun yang menyebabkan konflik, kami selalu berkordinasi dengan aparat keamanan. Jadi tugas kami hanya mengkoordinasikan dengan Polri maupun TNI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, sejuah ini potensi konflik sosial di Bumi Batiwakkal dirasa belum terlalu kelihatan. Namun di tahun 2020, Bumi Batiwakkal bakal menyambut pesta demokrasi. Hal ini tentu syarat terhadap munculnya konflik antar pendukung.

“Tahun ini kita menghadapi Pilkada 2020, kalau bisa jangan sampai terjadi konflik. Adanya dua kandidat yang ada saat ini, dikhawatirkan gesekan bisa saja terjadi di masing-masing pendukungnya,” katanya.

Apalagi hal itu diperkuat dengan sosial media (sosmed) yang dimana semua orang dapat membuat tulisan yang berbau provokatif.

“Seperti singgung menyinggung antar pendukung paslon, politik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dan ujaran kebencian. Hal ini yang kita khawatirkan,” lanjutnya.

Ia berharap, agar hal tersebut tidak terjadi. Dalam hal ini, masyarakat diminta bijak dalam menggunakan sosmed. Hal ini agar pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 dapat berjalan dengan aman dan tentram.

Penulis : Sgp/berauvision.com

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close