Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Anggaran Preservasi Buat Jalan Di Berau Mencapai Rp115 Milyar

BERAUTERKINI,TANJUNG REDEB – Preservasi jalan daerah tingkat II di Kabupaten Berau, yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau masih dalam tahap pengerjaan dan proses lelang tender.

Lantaran mendapat kucuran dana segar dari anggaran murni 2020 berkisar Rp115 Milyar lebih, kini pihak terkait bakal segera merealisasikan pengerjaan jalan di Bumi Batiwakkal -sebutan Berau.

Kepala Bidang Preservasi DPUPR Berau, Junaidi saat dikonfirmasi mengatakan, anggaran yang diperoleh dari APBD Berau dan Keuangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu bakal dikelola sesuai dengan rencana.

“Dananya akan digunakan untuk penanganan infrastuktur jalan se-Kabupaten Berau,” ucapnya, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, realisasi anggaran yang diserap baru mencapai 20%. Dan lebih tepatnya masih dalam tahap pengerjaan dan lelang tender.

“Iya sementara ada yang sudah mulai pengerjaan dan ada juga yang masih proses lelang,” terangnya.

Terkait dengan kegunaan, nantinya bakal difungsikan untuk peningkatan badan jalan, seperti badan Jalan Haji Isa 3, Merah Delima, Raya Bangun, Garuda, Bukit Ilanun, Birang, Kalibasau, kawasan Labanan, Manunggal Jaya, Kampung Tabalar, kawasan Maratua dan beberapa kampung lainnya di wilayah pesisir Berau.

“Mengingat kondisi jalan di Berau yang masih banyak berlubang dan tanah liat, Hal ini dilakukan, agar memperbaiki kontruksi jalan untuk mendukung beban lalu lintas kendaraan sesuai kelas jalan. Selain itu, peningkatan pelayanan jalan demi kelancaran transportasi juga harus dipenuhi,”tegasnya.

Dan terakhir, guna menghilangkan genangan air di ruas jalan, pembenahan persimpangan dan peningkatan saluran drainase bakal dilakukan.

“Hal ini untuk mengantisipasi genangan air di beberapa titik dalam kota, khususnya Kecamatan Tanjung Redeb,” tutupnya.

Sembari menunggu pemenang tender, dirinya berharap saat proses pengerjaan dimulai, Preservasi jalan ini dapat berfungsi secara optimal.

Sehingga perencanaan awal untuk realisasi program berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Selain itu, harapannya adalah agar dapat mendukung peningkatan ekonomi dan perkembangan wilayah, dengan lancarnya mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang,” tutupnya.

Penulis : Van/Berauvision.com