Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Berau Kuasai 8,85% Saham Bankaltimtara

Bupati Berau Sri Juniarsih (foto: Istimewa)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memilih untuk tetap menyuntikkan penyertaan modal kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara di tahun 2021 ini. Walaupun ditengah kondisi penyusutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 hingga mencapai Rp 600 miliar dan menyisakan APBD  Rp 1,8 triliun. Berau menjadi yang tertinggi nomor tiga diantara kabupaten kota se-Kaltim. Pemkab Berau saat ini mengusai 8,85 persen saham Bank daerah tersebut. Meskipun angka ini lebih rendah dari tahun 2020 yang mencapai 9,14 persen.

“Kita menyuntikkan dana segar ke BPD Kaltimtara senilai Rp 304 miliar, dan menempati urutan ketiga dari kabupaten kota se-Kaltim,”ujar Bupati Berau Sri Juniarsih usai mengikuti RUPS, Kamis (8/4) kemarin.

Dikatakan Sri, meski secara persentase mengalami penurunan, tetapi secara nominal penyertaan modal Pemkab Berau di BPD Kaltimtara mengalami kenaikan. Meskipun angkanya tidak siginifikan.

Tetapi, saat disinggung mengenai penerimaan Pemkab Berau dari dividen atau bagi hasil kepemilikan saham di BPD Kaltimtara. Bupati perempuan pertama Berau ini enggan memberikan komentar. Ia beralasan belum menerima informasi detail mengenai hal tersebut.

“Kami belum tahu perihal jumlah penerimaan dividen untuk tahun 2020 lalu berapa nanti akan saya cek. Yang jelas untuk penyertaan modal kami tetap siapkan dananya,” ungkapnya.

Fokus utama BPD Kaltimtara tahun 2021 yakni meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat serta dukungan dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Pemkab Berau sebagai salah satu pemegang saham, dikatakan Sri Juniarsih,  memberi dukungan penuh terhadap program-program yang dijalanakan BPD Kaltimtara dalam upaya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kemudahan-kemudahan yang diberikan

“Dari beberapa poin yang dibahas bersama pemilik saham, ini yang menjadi pokok utama harus terus ditingkatkan. Apalagi sekarang dalam kondisi pandemi yang belum berakhir. Kemudahan kredit atau pinjaman dengan bunga rendah sangat diperlukan, program yang mendukung UMKM itu yang akan terus kita galakkan”tutupnya.(*/BT)