Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Bupati Muharram Cek Kerusakan PLTU Lati

Berauterkini – Pasokan energi listrik dari Pembangkit Listrik Negara Uap (PLTU) Lati ke PLN mengalami penurunan yang akhirnya berdampak kepada pemadaman bergilir di kawasan perkotaan. Hal ini disebabkan kerusakan yang terjadi, sehingga pembangkit unit 1 dan 2 PLTU Lati untuk dihentikan sementara. Bupati Berau, Muharram, Selasa (7/4) kemarin memantau langsung proses perbaikan yang dilakukan, memberikan suport agar perbaikan bisa selesai lebih cepat dan suplai listrik ke masyarakat kembali normal Sebelum Ramadan datang.

Didampingi Direkrut Utama PT Indo Pusaka Berau, Najamuddin, selaku pengelola PLTU Lati. Bupati Muharram mengecek langsung proses perbaikan pada pipa pendingin yang mengalami kebocoran. Tim maintenance PLTU Lati bekerja keras mengebut pekerjaan agar perbaikan bisa selesai dalam beberapa hari kedepan.


Bupati Muharram, disela peninjauan, mengungkapkan pembangkit unit 1 dan unit 2 PLTU Lati merupakan pembangkit pertama yang dibangun sekitar 17 tahun lalu. Saat ini mengalami kebocoran pada pipa pendingin utama yang airnya sudah keluar ke permukaan. Pipa pendingin tersebut dikatakan Muharram terkoneksi pada 2 unit pembangkit. Sehingga untuk perbaikan kedua mesin harus dihentikan sementara.

“Jadi saya meninjau kesini untuk melihat proses pengerjaan dan memastikan berapa lama pekerjaan ini, saya berharap ini bisa selesai selesai,” jelasnya.


Hasil komunikasi dengan pimpinan PLN Area Berau, dijelaskan Muharram kondisi PLTU Berau yang berada di Teluk Bayur saat ini juga menjalani maintenance. Akan tetapi dari informasi yang diterima, 2 unit yang ada di Teluk Bayur akan segera masuk dalam sistem. Sehingga beban listrik tidak lagi mengalami deficit yang memaksa adanya pemadaman bergilir.

“Tadi saya hubungi pimpinan PLN untuk PLTU yang di Teluk Bayur, sore ini unit 1 sudah bisa masuk sistem dan yang unti kedua besok (Hari ini red) juga akan masuk sistem dan kalo ini hidup semua, sudah mencukupi pemenuhan beban pemakaian,” jelasnya.


Sementara Direktur Utama PT IPB, Najamuddin, menjelaskan kebocoran pipa pendingin pembangkit ada di dua titik yang kini dalam proses perbaikan. Estimasi perbaikan pertama diperkirakan dua hingga tiga hari selesai. Namun untuk kebocoran dititik kedua diperlukan tambahan beberapa hari karena saat ini masih digali hingga menemukan pipa dasarnya.

“Jadi untuk sementara perkiraan kami dalam lima hari sudah bisa konek dan kembali beroperasi normal,” ungkapnya.

Najamuddin menegaskan pihaknya berupaya maksimal agar penanganan pembangkit bisa kembali beroperasi dalam waktu dekat. Harapannya suplai listrik ke sistem PLN bisa normal, sehingga tidak lagi ada pemadaman bergilir.

“Kita berupaya maksimal agar suplai listrik ini bisa kembali normal agar tidak ada pemadaman,” tandasnya. (BT)