Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Cuman 5 Kampung Masuk Usulan Desa Wisata Prioritas

TANJUNG REDEB – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menetapkan 250 desa wisata se indonesia untuk menjadi desa wisata prioritas. Ini dilakukan sebagai antisipasi berakhirnya pandemik COVID-19.

Dimana, diperkirakan masyarakat akan berwisata ke desa-desa. Terutama para wisatawan lokal. Rencana itu ternyata telah mendorong pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengusulkan sejumlah desa di Kaltim agar bisa masuk sebagai desa wisata prioritas.

Dikatakan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau  Abdul Waris, ada 25 desa se Kaltim yang diusulkan menjadi desa wisata prioritas dibawah binaan Kemenparekraf. Lima desa dintaranya berada di Kabupaten Berau.  

“Kita sudah cek di Provinsi Kaltim memang Kabupaten Berau ada 5 desa masuk usulan. Tapi untuk Kecamatan Maratua tidak ada satu kampung pun yang masuk. Ini sangat disayangkan,” ujarnya saat mengikuti Musrenbang Maratua belum lama ini.

Lima kampung yang didaftarkan sebagai desa wisata prioritas kepada Kemenparekraf oleh Pemprov Kaltim yakni, Kampung Pulau Derawan, Kampung Biduk-Biduk, Kampung Tanjung Batu, Kampung Merabu dan Kampung Lesan Dayak.

Padahal, dirinya sangat berharap sebagai pulau terluar yang memiliki wisata laut sangat menawan. Desa-desa di Pulau maratua bisa masuk sebagai desa wisata prioritas. Sebab, desa atau kampung yang diusulkan sebagai desa wisata prioritas nantinya dan ditetapkan oleh pemerintah pusat akan mendapatkan kucuran dana segar untuk digunakan sebagai pengembangan wisata yang ada.

Dana tersebut Bisa untuk meningkatkan sarana dan prasarana bagi wisatawan yang ada di kampung tersebut.

“Ini yang dikejar. Apalagi kondisi pandemik begini dana daerah juga terbatas. Sehingga perlu memanfaatkan peluang yang ada,”ujarnya.

“Makanya Pemkab Berau saya minta serius melihat peluang ini. Jangan hanya lima saja. Karena potensi wisata di Berau sangat banyak. Apalagi setelah ditetapkan sebagai desa wisata juga akan ada pengembangan dan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selkitarnya,” tambahnya.

Saat ini, memang diakui banyak desa wisata yang sebetulnya secara tidak langsung telah menghasilkan nilai tambah secara ekonomi bagi kehidupan masyarakat. Tetapi melalui pengembangan desa wisata prioritas diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan ekologis maupun kearifan lokal (local wisdom).

Bahkan dirinya berkeinginan setiap kecamatan harus ada satu desa atau kampung yang masuk sebagai desa wisata prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat. “Kita perlu meningkatkan ekonomi warga setelah satu tahun dihajar pandemik. Kalau mengharapakan APDB tentu terbatas jadi kalau ada peluang mari manfaaktkan,” tutupnya.(*)