Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Dampak Corona,Bankeu Provinsi Ke Daerah Di Pangkas 25 Persen

Samarinda – Sektor perekonomian terdampak wabah virus corona. Dari simulasi yang disusun Pemprov Kaltim, wabah ini akan mengakibatkan penurunan pendapatan sebesar 25 persen.  Turunnya pendapatan pada APBD Kaltim tahun 2020, berdampak bagi bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Provinsi Kaltim kepada 10 kabupaten-kota. Disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, sekitar 25 persen pemotongan bankeu tahun ini akan dilakukan ke seluruh kabupaten kota.

“Belanja bantuan keuangan ke kabupaten kota dari Rp 1,67 triliun menjadi Rp 1,25 triliun. Turun 417 miliar atau turun 25 persen,” ujar Hadi, Senin (6/4/2020) dalam video conference dengan sejumlah wartawan.

Hadi menambahkan, Gubernur Kaltim pada hari Minggu (5/4/2020) telah menandatangani surat kepada pemerintah 10 kabupaten kota se-Kaltim, pemberitahuan bahwa bankeu akan dipotong 25 persen.

“Cara memotongnya, nanti kita serahkan ke DPRD Kaltim atau kabupaten kota. Nanti Sekda akan bicara lagi secara teknis kepada DPRD Kaltim bagaimana komposisi pemotongan bantuan keuangan kabupaten kota 25 persen dan pemotongan belanja SKPD,” ujar Hadi.

Selain bankeu yang turun, akan ada penyesuaian belanja bagi hasil pajak kabupaten kota dengan realisasi pendapatan yang turun.

Dijelaskan Hadi, dalam simulasi APBD Kaltim Perubahan tahun 2020, terjadi penurunan total pendapatan dari Rp 11,84 triliun menjadi Rp 8,81 triliun atau turun 25 persen sebesar Rp 3,03 triliun.

“Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun dari Rp 6,77 triliun menjadi Rp 5,08 triliun. Dana Bagi Hasil (DBH) dari Rp 4,98 triliun menjadi Rp 5,08 triliun. Hal ini mengakibatkan penurunan belanja 25 persen dari anggaran semula Rp 12,29 triliun menjadi Rp 9,21 triliun,” jelas Hadi.

Penulis: Yoghy Irfan / Selasar.co