Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Disbudpar Optimis Wisata Berau Bakal Kembali Menggeliat lagi

TANJUNG REDEB – Sejak wabah Covid-19 menyebar di Kabupaten Berau, sektor wisata salah satu yang paling paling berdampak terhadap pendapatan daerah maupun masyarakat. Meski demikian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Masrani optimis, pasca pandemi Covid-19 jumlah wisatawan meningkat drastis.

Masrani usai mengikuti acara Mag Jamu adat Suku Bajau di Tanjung Batu, Minggu (22/11) kemarin, mengatakan bahwa tren penurunan kunjungan wisatawan ini diyakini sifatnya sementara saja. Dirinya yakin tren meningkat kunjungan wisatawan bakal kembali diraih Kabupaten Berau.

“Turunnya kunjungan mungkin sifatnya sementara saja, hal ini dikarenakan virus Corona yang meyebar di di Indonesia. Sehingga wisatawan domestik maupun manca negara lebih memilih aman diam di rumah,”ujarnya tetap oiptimis.

Dikatakannya, dunia pariwisata berperan sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan usaha dan infrastruktur. Pariwisata juga telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia.

Pengembangan kepariwisataan di suatu destinasi wisata, kata Masrani, diperlukan pengelolaan destinasi yang terstruktur dan sinergis. Yang mencakup fungsi koordinasi, perencanan, implemantasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistematik. Sehingga kapasitas dan pelayaanan kepariwisataan dapat memberikan mamfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

Oleh sebab itu dirinya terus berupaya meningkatkan upaya promosi, dan ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah. Meskipun pariwisata di Berau telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui ragam kegiatan seperti acara adat maupun festival.

“ Akan tetapi kita tidak hanya mengandalkan potensi laut dalam membangun pariwisata. Namun, juga dengan mengembangkan sektor kerajinan UKM,” ujarnya.

Kabupaten Berau yang menjadi sentra pariwisata di Kaltim, diharapkan kepada pelaku-pelaku pariwisata dan kuliner di Bumi Batiwakkal untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung atau wisatawan tidak was-was dan ragu untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Harapan saya pariwisata di Kabupaten Berau segera bangkit kembali, pariwisata kita dapat tumbuh dan berkembang kembali, dan semoga pandemi covid -19 ini dapat segera berakhir,” pungkasnya.