Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Gara-Gara Corona,Pengerjaan Proyek Dilakukan Swakelola

TANJUNG REDEB – Dalam mengatasi dampak sosial yang ada di masyarakat akibat wabah covid-19 saat ini, proyek pembangunan yang akan dikerjakan pemerintah bakal dialihkan menjadi swakelola. Proyek yang dimaksud adalah pengerjaan dengan teknologi sederhana dan dapat dikerjakan oleh masyarakat.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Berau sedang menyusun peraturan kepala daerah untuk penerapan hal tersebut. “Kita sudah meyusun Perkada ini dalam merespon SK bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri terkait refokusing anggaran. Kita tinggal menunggu Perkada selesai,” kata Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Berau, Agus Wahyudi.

Program ini merupakan salah satu skenario refokusing anggaran yang akan dilakukan Pemkab Berau. Sebagai bentuk antisipasi dampak sosial yang terjadi akibat wabah covid-19. Dimana banyak masyarakat yang terdampak langsung secara ekonomi. Sehingga kebijakan pun dilakukan melalui pengerjaan proyek pembangunan secara swakelola.

“Jadi proyek akan dialihkan menjadi penunjukan langsung dan dilakukan secara swakelola. Ini sudah diinstruksikan juga ke OPD. Namun proyek yang dikerjakan secara swakelola ini hanya yang teknologinya sederhana, seperti semenisasi, drainase dan lainnya. Kalau yang agak rumit tidak bisa juga kita paksakan,” jelas Agus.

Rencana ini sendiri telah dilaporkan langsung ke Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan pada tanggal 23 April lalu. “Kalau sebelumnya kan kita menggunakan DPA yang lama (Murni), setelah ada perubahan ini maka menggunakan Perkada karena perubahan mendahului anggaran perubahan,” tambahnya.

Agus menyampaikan bahwa Perkada ini ditarget bisa selesai secepatnya. Mengingat kondisi yang ada di masyarakat saat ini yang mengalami dampak ekonomi secara luas. “Saat ini kan juga telah diberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat. Kemudian proyek swakelola ini juga bisa menjadi solusi lainnya untuk menghidupkan kembali ekonomi di masyarakat. Kita harap ini menjadi solusi terbaik kedepannya,” pungkasnya.(*)