Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Geliat Batubara, Serap Tenaga Kerja

(foto: istimewa)

TANJUNG REDEB– Industri pertambangan menunjukkan tren positif seiring menurunnya angka penyebaran Covid-19. Tercatat, sejak Januari hingga Maret 2021 ini, harga acuan batubara mengalami kenaikan dari US$ 75,84 per ton pada bulan Januari 2021, dan US$ 97,79 per ton pada Februari dan kembali terkoreksi menjadi US$ 84,49 per ton Maret 2021.

Namun begitu, membaiknya harga acuan batubara berdampak positif pada peningkatan penerimaan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Berau. Setelah sebelumnya pada tahun 2020 lalu, sektor ini didominasi pengurangan besar besaran.

Disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Berau, Junaidi, pembukaan lowongan kerja didominasi perusahaan pertambangan dengan wilayah Kerja Gurimbang, Binungan dan Kecamatan Gunung Tabur.

“Sejak awal tahun 2021 serapan tenaga kerja mulai kembali menggeliat karena harga batubara mulai naik. Walau masih ada penurunan harga tapi tidak terlalu signifikan. Malahan PHK belum ada sampai saat ini,”ungkapnya, Rabu (7/4) kemarin.

Untuk proses rekrutmen sendiri, Junaidi mengaku sudah bersurat kepada pihak perusahaan untuk menyampaikan informasi proses rekrutmen dipusatkan di kantor Disnakertrans Berau.

“Artinya setiap lowongan kerja dari seluruh perusahaan di Berau wajib mengumumkan info penerimaan tenaga kerja lewat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi,” jelasnya lagi. Meskipun ada aturan yang membolehkan perusahaan melaksanakan rekrutmen sendiri, tetapi Junaidi berupaya agar rekrutmen  bisa dilaksanakan dengan melibatkan Pemerintah Daerah.

“Karena kami menginginkan keterbukaan penerimaan, dan juga memastikan perusahaan melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2018 tentang  perlindungan tenaga kerja lokal,” sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta perusahaan membagi porsi penerimaan tenaga kerja bila kuotanya sedikit. Misalnya, penerimaan tenaga kerja hanya 10-20 orang, biasanya perusahaan hanya akan konsentrasi terhadap calon pekerja dari kampung lingkar tambang. Tapi, saat ini dirinya meminta kuotanya dibagi dengan kampung luar lingkar tambang.

“Bisa saja 60 persen khusus pekerja dari kampung lingkar tambang dan sisanya luar lingkar tambang. Agar tidak ada kesenjangan antara warga lingkar tambang dan diluar lingkar tambang,”katanya.

“Apalagi selama pandemi sesuai dengan edaran Dirjen tenaga kerja, prioritas utama penerimaan wajib warga lokal,” tambahnya.(*/BT)