Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Madri Pani : Saya Pastikan RS Tipe B Tidak Terbangun Tahun 2021

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Madri Pani meyakini, pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B yang digaungkan kembali oleh Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis tidak akan terealisasi tahun 2021 ini.

Keyakinan itu disampaikan Madri Pani setelah melihat dan menerima laporan jika proses penyediaan lahan yang sampai saat ini belum tuntas. Sebab, selain lahan yang ada juga diduga dikondisikan oleh penjual tanah. Namun juga antara appraisal dan perencanaan tidak sinkron.

“Saya pastikan tidak akan dibangun tahun 2021 ini. Kecuali bupati berani jemput bola baik ke provinsi atau pusat,” tegas Mantan Kepala Kampung Gurimbang tersebut, Selasa (23/3/2021).

“Tanah itu juga seharusnya bebas dari makelar. Karena amdal yang menentukan. Jadi jelas RS tipe B ini mana mungkin terlaksana,”tambahnya.

Madri juga menekankan, dalam merencanakan pembangunan RS tipe B yang kemungkinan menggunakan kontrak tahun jamak atau Multiyears Contract (MYC). Harus dipastikan dulu jika lahan atau lokasi pembangunan sudah tuntas. Dan tidak ada sengketa dengan pihak manapun.

Selain itu, dirinya juga mengaku telah melakukan pertemuam dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim. Diketahui selama rencana pembangunan RS tipe B ini mencuat mulai dari periode sebelumnya. Pemkab Berau tidak pernah mengusulkan rencana pembangunan RS tipe B ke Provinsi.

“Dulu semasa Almarhum Muharram sudah bilang mau dibangun. Tapi pertanyaanya, kebijakan daerah atau provinsi?,” tanya dia.

“Terus saya tanyakan pernah diusulkan bupati ke gubernur atau tidak rencana ini. Jawaban BPKAD tidak ada. Sementara Musrenbang Provinsi dilaksanakan 2020. Bagaimana mau terealisasi 2021,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya minta jika pembangunan RS tipe B ini ingin terlaksana. Pemkab Berau bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus berani jemput bola ke provinsi dan pusat.

Jalan ini perlu dilakukan guna mencari dukungan pembiayaan pembangunan RS tipe B yang diperkirakan mencapai ratusan miliar.

“Harus berani bermanuver, sekarang tidak ada 01 atau 02. Ayo bersama-sama realisaskan ini dengan mencari dukungan provinsi atau Kementerian terkait,” ucapnya.(*)