Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Maratua Masuk 10 Destinasi Prioritas

TANJUNG REDEB, – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau Masrani menanggapi santai soal kritikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau yang menyoal Maratua tidak masuk dalam 25 usulan desa wisata prioritas dari provinsi Kaltim.

Secara pribadi, Masrani,menerima dengan baik masukan dari anggota DPRD yang menginginkan adanya penambahan usulan desa wisata prioritas, salah satunya Pulau Maratua. Tetapi, tidak demikian. Sebab yang mengelola desa wisata ini adalah Kementerian Desa Pembangunan  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Jadi kalau berbicara pariwisata, di segala sektor akan terlibat. Kita bicara tingkat nasional ya, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian pariwisata dan Kemendes PDTT,” ujar Marani, Jumat (26/3).

Sebenarnya, wisata Maratua bukan lagi dikatakan sebagai kelas desa. Tetapi sudah masuk sebagai wisata dengan skala nasional dan internasional. Makanya Kepulauan Derawan dan sekitarnya masuk dalam sepuluh destinasi wisata prioritas Nasional termasuk Pulau Maratua yang menjadi Pulau Terluar.

Bahkan, ini sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kemudian jika tidak ada kendala, tahun 2021 ini Berau akan mendapat kucuran dana 30 miliar dan tidak menutup kemungkinan lebih dari itu.

Masuknya Kepulauan Derawan sebagai 10 destinasi prioritas nasional tak lepas dari dukungan infrastruktur yang sudah cukup baik. Baik itu jalur air, udara dan infrastruktur penunjang lainnya.  

“Jadi tidak perlu resah bila Pulau Maratua tidak masuk sebagai salah satu desa atau kampung wisata prioritas. Karena saya pikir tidak elok berdebat dengan anggota DPRD yang terhormat. Masukannya memang bagus, cuman mungkin belum tau detail dan mendalam,”sebutnya.

Keterlibatan sejumlah kementerian dalam pengembangan wisata prioritas di Berau sudah dirasakan Pulau Maratua beberapa tahun terakhir. Contoh kasus yang sudah mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa yakni adanya bantuan bus operasional sebanyak empat unit dan satu unit mobil pick up serta satu unit speedboat khusus Pulau Maratua sebagai Pulau Terluar pada 2018 lalu.

Kemudian, jika tidak dalam masa pandemi COVID-19 Berau dikatakan Masrani akan mendapat kucuran dana peningkatan desa atau kampung untuk beberapa desa wisata yang ditetapkan oleh kabupaten diantaranya desa wisata Merasa di Kecamatan Kelay dan Bena Baru di Kecamatan Sambaliung. “Hanya saja itu ditunda akibat adanya pandemik COVID-19 yang sampai sekarang belum hilang. Ditambah lagi adanya refocusing anggaran dari kementerian untuk penanganan COVID. Jadi bantuan di tunda entah sampai kapan,”tutupnya.(*)