Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

PDAM Ajukan 2500 SR MBR

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten akan menuntaskan kebutuhan air minum di masyarakat dalam beberapa tahun kedepan.  Saat ini cakupan pelayanan air minum telah mencapai 65 persen. Ditargetkan sisanya bisa terselesaikan secara menyeluruh dan masyarakat bisa menikmati air minum yang merupakan kebutuhan dasar.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saiful Rahman menyampaikan bahwa per Februari 2020, total sambungan rumah yang telah diselesaikan mencapai 23 ribu. Angka ini mengalami kenaikan selama empat tahun terakhir hingga sembilan ribu sambungan rumah baru. Ditargetkan angka tersebut bisa semakin ditingkatkan lagi.

Dalam mendukung target tersebut, pada tahun ini juga akan dilakukan pembangunan jaringan pipa air minum di beberapa lokasi. Dengan anggaran senilai Rp 83 miliar,  perluasan pipa ini merupakan target utama yang akan dipenuhi.

“Jadi pembangunan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh Dinas PUPR, namun tetap berkoordinasi dengan kita. Karena kita menyasar wilayah yang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan terkoneksi dengan wilayah perkotaan seperti Gurimbang-Bangun yang masih terkoneksi dengan Sambaliung. Di dalam kota juga yang daerah dalam gang. Rencana akan dilelang di Maret, semoga bisa selesai tepat waktu dan dapat dikerjakan langsung. Pengerjaan hingga dua tahun kedepan sampai 2021,” ujarnya.

Saat ini juga, Perumda Air Batiwakal sedang melakukan verifikasi data smabungan rumah khusus MBR. Sebanyak 2500 SR telah diusulkan untuk memenuhi kuota pemasangan bersubsidi tersebut. “Adapun kriteria penerima manfaat MBR ini diantaranya warga yang berpenghasilan rendah dan sambungan listrik PLN dibawah 1300 Watt,” jelasnya.

Program ini merupakan hibah dari Kementerian PUPR. Dengan tujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memproleh latanan fasilitas air bersih yang sehat. “Saat ini masih pendataan bersinergi dengan basis data terpadu dan data PLN yang kemudian akan disurvey oleh petugas kami di lapangan,” kata Saiful.

Sementara untuk intalasi pengolahan air minum (IPA) yang ada saat ini dinilai sudah mencukupi. Untuk IPA Raja Alam mencapai 200 liter per detik dan dapat dioptimalkan hingga 230 liter per detik. Kemudian IPA yang baru saja dibangun oleh Dinas PUPR berkapasitas 200 liter per detik, IPA Sambaliung berkapasitas 60 liter per detik, Singkuang 80 liter per detik dan Teluk Bayur 40 liter per detik. “Dengan IPA yang ada ini sudah bisa memenuhi kebutuhan air minum di masyarakat. Tinggal fokus dalam perluasan jaringan pipa saja,” katanya.

Tahun ini juga akan dibangun booster di beberapa lokasi untuk membantu dalam mendorong tekanan air. Dimana sebelumnya masih ada beberapa titik yang mengalami penurunan tekanan air.