Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Pembangunan RS Tipe B Terkendala Lahan dan Dana.

TANJUNG REDEB – Bukan hanya dari DPRD yang memastikan pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B tidak akan terealisasi tahun 2021 ini. Tetapi hal serupa juga dikatakan Kepala Badan Perencanaan Penilitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Berau Agus Wahyudi. Dirinya juga menegaskan, RS tipe B tidak akan terbangun tahun ini.

Kata Agus, penyebabnya selain dana yang tidak ada namun persoalan pembebasan lahan yang sampai kini belum tuntas. Saat ini lahan yang tersedia baru seluas 4,5 hektar, itupun belum selesai semua proses pembebasannya. Kalaupun selesai, luas lahan itu masih belum cukup.

“Lahan dulu yang harus diselesaikan. Apalagi bentuk atau lokasi lahan belum sesuai sehingga bentuk lahan tidak sinkron dengan perencanaan,” ujarnya, Selasa (23/3/2021).

“Kita harus bereskan lahan dulu. Kalaupun nanti akan ada dukungan dari provinsi tentu lahan harus beres. Itu sudah jadi persyaratannya,”tambahnya.

Agus menyebut, selama persoalan lahan ini tidak tuntas. Bukan hanya tahun 2021, tapi tahun 2022 juga kemungkin besar RS tipe B tidak akan terbangun juga.

Dalam perencanaanya, anggaran pembanguan RS tipe B sendiri diperkirkan menelan biaya Rp 400 miliar. Dana itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya.

“Tapi kalau untuk tipe B, anggaran tersebut juga masih belum cukup. Sebab dalam perencanaan pembangunan rumah sakit. Pemkab tidak menyebutkan tipe. Karena tipe itukan bukan tergantung pada bangunannya,” bebernya.

Dijelaskan Agus, penatapan status rumah sakit sendiri baik tipe C maupun tipe B. Itu tergantung pada segala fasilitas dan sumberdaya manusianya. Kalaupun dibangun tipe B, Pemkab Berau harus menyiapkan SDM.

“Nanti mau pakai SDM darimana. Kalau mau pakai SDM dari RSUD Abdul Rivai nanti RSUD bagaimana, pasti kekurangan orang. Ini yang perlu juga dipikirkan jalan keluarnya,”ungkapnya.

Dalam komunikasi dengan bupati periode sebelumnya, pembangunan gedung rumah sakit baru dilakukan untuk antisipasi kemungkinan akan naik status menjadi tipe B dengan segala peralatan, sumberdaya manusia dan luas lahan untuk pengembangannya.

“Tujuan awal kan untuk mengantisipasi pasien yang tidak terakomodir di RSUD Abdul Rivai. Tapi kalau nanti kondisi RS baru laik naik status, ya lebih bagus karena bisa jadi rujukan RSUD Abdul Rivai yang masih tipe C,” sebutnya.

“Tapi perlu kami sampaikan untuk pembangunanya tidak bisa dilaksanakan tahun 2021 ini,” tandasnya.(*)