Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Perjuangkan Koneksi IPA Untuk Atasi Krisis Air

SAMBALIUNG, – Masalah air bersih, masih menjadi keluhan sebagian besar warga pinggiran. Hal itu menjadi pekerjaan rumah yang mendesak diatasi. Seperti di Kampung Pesayan dan Kampung Pilanjau di Sambaliung.
Salah satu solusi yang ditawarkan Ketua DPRD Berau, Madri Pani adalah koneksi dari instalasi pengolahan air (IPA) yang sudah ada. Sambil menunggu pembangunan IPA baru.

“Air bersih yang menjadi masalah banyak diungkapkan masyarakat kampung, apalagi jarak kampung yang jauh dari akses perkotaan. Untuk masalah air bersih di Kampung Pesayan, akan diatasi dengan koneksi instalasi air yang ada di Suaran. Kapasitas IPA Suaran cukup besar, 40 liter per detik. Jadi nanti kita salurkan sekaligus ke Kampung Pesayan,” jelas Madri Pani, Minggu (24/11).

Sementara untuk Kampung Pilanjau yang juga mengalami masalah air bersih, mesti dibangun IPA. Itu menjadi prioritas. Dibangun IPA mandiri karena jarak kampung tersebut jauh dari Pesayan.

“Sementara akan coba diatasi dengan operasional truk air bersih yang disediakan bagi masyarakat Kampung Pilanjau. Diharapkan permasalahan air bersih ini bisa segera diatasi hingga ke pelosok Kabupaten Berau. Sesuai tugas PDAM Tirta Segah sebagai penyedia sarana air bersih di Berau,” tambah mantan Kepala Kampung Gurimbang ini.

Menurut Madri, Kampung Bangun juga menghadapi masalah sama. Masyarakat meminta ada jalan keluar. Sebab air yang disalurkan dari IPA Gurimbang belum dikelola secara profesional, sehingga belum maksimal melayani hingga masyarakat Kampung Bangun.

Selain masalah air bersih, keberadaan aktivitas tambang ternyata memberikan efek bagi masyarakat Kampung Pesayan dan Kampung Pilanjau. Lokasi penambangan yang dekat dengan sumber mata pencaharian mereka yaitu perikanan, berdampak langsung dari penambangan. Karena dua kampung tersebut masuk dalam area ring tambang.

Ada juga masalah tenaga kerja yang merupakan masalah klasik sejak lama di Berau. Untuk hal ini, Madri mengatakan akan memaksimalkan upaya peningkatan SDM melalui program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Termasuk di dalamnya memanfaatkan keberadaan perusahaan sebagai pihak ketiga untuk penyerapan tenaga kerja.

“APBD 2020 sudah disahkan. Kami sebagai anggota dewan yang baru dilantik tidak dapat melakukan perubahan untuk itu. Ke depan, saya juga akan mendorong bagaimana agar kebijakan tentang pemahaman penerima manfaat akan aktivitas pertambangan tidak hanya dirasakan kampung yang masuk lingkar tambang, melainkan seluruh masyarakat Kabupaten Berau,” tegasnya. (tim)