Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Sabu 2 Kg Gagal Beredar ke Indonesia

TANJUNG SELOR, – Jelang akhir tahun, Polres Nunukan berhasil mengungkap upaya penyelundupan sabu di wilayah perbatasan seberat 2000 gram. Dalam pengungkapan ini dua orang berhasil diamankan polisi dan satu orang berstatus Daftar Pencarian Orang atau DPO.  

Kapolres Nunukan,AKBP Syaiful Anwar mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas seorang pria di jalan poros Bambangan,Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara pada Minggu 6 Desember kemarin. Pria tersebut dari informasi warga baru saja tiba dari Tawau Malaysia.

Mendengar informasi tersebut, Polsek setempat langsung melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan 3 paket ukuran besar berisi kristal putih yang ternyata sabu sabu seberat 2000 gram.  Dalam penangkapan ini, polisi menangkap seorang tersangka bernama Ahmad Syaiful alias Iful bin Saidi (28).

Saat diperiksa polisi, Ahmad Syaiful mengaku dibayar 8.000 ringgit atau sekitar Rp 30 juta untuk menyelundupkan sabu ke Kabupaten Tana Tidung yang akan diserahkan ke R yang merupakan Bandar di kota tersebut.

“Dari hasil pengembangan kasus ini, polisi menangkap Alfian (25) yang merupakan kurir berinisial R. Hanya saja si bandar R belum terungkap dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang,” ujarnya Jumat (11/12).

Dari penangkapan ini, mantan Danden Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah tersebut mengaku selama periode Desember 2020 sudah berhasil menggagalkan dua kali upaya penyelundupan dengan total barang bukti seberat 4 kilogram.

Dijelaskan dia, pengungkapan sebelumnya itu terjadi pada 2 Desember 2020, Polres Nunukan menangkap dua warga Filipina yang menyelundupkan sabu yang juga melalui perairan Sebatik. Saat hendak ditangkap, kedua warga negara asing itu malah sempat coba melawan polisi hingga harus dilumpuhkan petugas di lapangan.

“Saya sudah perintahkan Satreskoba atau Polsek jajaran, terhadap pelaku narkoba dan bandar, kalau pas mereka apes kena kita, saya perintahkan tembak di tempat,” tegasnya.

Perintah tersebut merupakan sebuah ungkapan kegeraman Syaiful. Pasalnya, meski wabah virus corona merebak, peredaran gelap narkoba dari Tawau, Malaysia, dianggap makin gencar karena melihat peluang petugas keamanan di Indonesia yang sibuk menangani pandemi COVID-19. “Semua tersangka dalam penahanan kami, konsekuensinya adalah Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (3) dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana seumur hidup, dan minimal pidana kurungan 6 tahun, maksimal 20 tahun,” tutupnya(*)