Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Selama Pandemi Covid-19 ada 60 Kasus Perceraian.

Tanjung Redeb – Kasus perceraian di Kabupaten Berau, didominasi faktor pertengkaran secara terus-menerus dan ekonomi, dari 13 faktor yang tercatat pada Pengadilan Agama.

Data dari Pengadilan Agama Tanjung Redeb, kasus perceraian yang telah mendapatkan akta cerai di 4 bulan pertama, yaitu Januari 2020 sebanyak 60 kasus perceraian, mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang hanya sebanyak 34 kasus. Februari sebanyak 50 kasus perceraian, sebelumnya di tahun 2019 hanya 23. Maret sebanyak 39 menurun dari 65 kasus di tahun 2019. Dan April 2020 meningkat kembali sebanyak 42 kasus dari sebelumnya hanya 39 kasus cerai.

Dikatakan Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tanjung Redeb, Muhammad Arsyad, untuk faktor perselisihan dan pertengkaran secara berkelanjutan, akar permasalahannya berasal dari faktor ekonomi. Dicontohkannya, saat sang istri atau suami yang mengeluhkan ekonomi keluarga secara terus-menerus, maka akan menimbulkan pertengkaran berkelanjutan. 

Kemudian, di tengah adanya wabah virus corona pun bisa menyebabkan potensi kasus perceraian meningkat. Meskipun angka kasus perceraian terkhususnya di Maret hingga April 2020 tidak bisa dikatakan dampak wabah.

Lanjut Arsyad, di tengah adanya pandemik COVID-19, banyaknya permasalahan seperti pemotongan gaji, dirumahkan sementara hingga ancaman terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah terjadi. Hal ini tentu akan memengaruhi permasalahan ekonomi suatu keluarga.

Tetapi, Dia mengambil contoh, saat di tahun 2016, ketika kondisi ekonomi Berau sedang krisis dan kasus pemutusan hubungan kerja sedang marak, sebelum tahun itu pun kasus perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi sudah sangat lazim.

“Namun, semua ini kembali kepada individu masing-masing. Karena permasalahan ekonomi dari keluarga tergantung bagaimana setiap pasangan menyikapi. Jika selalu merasa kurang, tentu akan merasa kurang terus, kedepannya akan menimbulkan pertengkaran berkelanjutan, beda lagi dengan halnya, jika salah satu pasangan memang tidak dinafkahi sejak awal” jelasnya.

Lebih lanjut, selain faktor ekonomi, seperti faktor dari orang ketiga pun mendominasi alasan-alasan perceraian yang terjadi di Kabupaten Berau. Bisa disebabkan karena masalah perselingkuhan dan pihak keluarga. 

Disebutkan Arsyad, masa pandemik, proses persidangan masing-masing yang berperkara masih terus dilanjutkan, dengan proses penanganan yang masih sama.  “Biasanya normal sehari ada sebanyak 20 kali persidangan, sekarang hanya lima hingga tujuh saja,” tandasnya.(*)