Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Syarifatul Raih Karya Tulis Terbaik

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah telah menyelesaikan Program Pemantapan Pimpinan Daerah (P3DA) Angkatan X 2019 yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas RI) selama 2 bulan. Syarifatul didampingi sang suami, Hadi Mustafa menerima penghormatan dan ijazah dari Gubernur Lemhanas RI, Letnan Jenderal Agus Widjojo pada acara penutupan yang digelar di Gedung Lemhanas RI, Jakarta beberpa waktu lalu. Ia mendapatkan nilai terbaik di salah satu karya tulis bidang studi ketahanan nasional dari 40 peserta.


“Saya mendapatkan banyak wejangan khusus dari Gubernur Lemhanas. Semua itu akan kembali saya jadikan acuan untuk melayani masyarakat lebih baik dan maksimal lagi melalui keterwakilan di DPRD Berau. Terlebih, saya sebagai satu-satunya perempuan. Tentunya sangat bangga mewakili kaum hawa untuk menjalani pendidikan di Lemhanas,” jelasnya.


Selain itu, Syarifatul juga dikukuhkan sebagai anggota Ikatan Alumni (IKA) P3DA oleh Ketua IKA P3DA, Jenderal Purnawirawan Agum Gumelar. Sebagai informasi, P3DA yang digelar Lemhanas RI ini bertujuan untuk memantapkan pimpinan daerah yang berintegritas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, berpikir strategis serta terampil dalam memecahkan masalah pembangunan nasional di tingkat daerah.

Tujuan lainnya, agar pimpinan daerah memahami empat konsensus dasar bangsa, memiliki cakrawala pandang wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan kewaspadaan nasional. Selain itu, P3DA juga bertujuan untuk menciptakan pimpinan daerah yang terampil memecahkan masalah di daerah dan mampu memberikan saran kepada pemerintah daerah tentang kebijakan publik dan nilai-nilai berkebangsaan.

Kegiatan berlangsung selama dua bulan, 24 September 2019 hingga 24 November. Tahun ini, P3DA diikuti 41 orang yang terdiri dari 17 bupati, 11 wakil bupati, 1 wali kota, 3 wakil wali kota, 6 ketua DPRD dan 1 ketua Seknas Adkasi.

Selain dirinya, pendidikan dan penataran ini juga diberikan kepada suami atau istri peserta, dilaksanakan hampir 10 hari. Setelah mengikuti penataran istri atau suami, peserta dapat mengerti hakikat, tujuan dan sasaran dari setiap materi yang diberikan. Diharapkan para istri atau suami sebagai pasangan pemimpin tingkat nasional di daerah semakin meningkat wawasan dan pengetahuannya, serta paham tentang peranan pendamping pimpinan tingkat nasional di daerah dan menjadi teladan.

“Yang terpenting, karakter yang baik dan kuat dapat dibangun dari keluarga, karena keluarga adalah kunci utama dan pertama dalam membangun karakter bangsa. Pendekatan keluarga untuk menyukseskan kebijakan pemerintah tentang revolusi mental adalah membangun keluarga berkualitas, tangguh, dan tidak bergantung pada orang lain,” ujar Syarifatul (tim)