Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Terkait Korupsi di Dispora, Ini Penjelasan Kajari Berau

TANJUNG REDEB– Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menetapkan 4 orang tersangka atas kasus korupsi di kantor Dinas Pemuda dan Olahrga Berau.

Kasus korupsi tersebut diketahui terkait pembebasan lahan untuk sarana dan prasarana lapangan sepak bola di Jalan Iswahyudi, Gang Muslimin, Teluk Bayur pada tahun 2014 lalu.

Empat tersangka diketahui berinisial Sp (59) selaku pengguna anggaran, Ams (48) selaku pemilik lahan, An (49) dan Ss (53) selaku penilai publik dari KJPP SIH. Atas kasus ini diketahui kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.110.175.000,00.

Kajari Berau, Jufri mengatakan jika Sp selaku pengguna anggaran antara bulan Mei 2012 sampai dengan Bulan Desember 2014 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu lain dalam tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 bertempat di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Berau, sengaja memerintahkan dan mengarahkan AMS untuk membeli lahan yang berada di Gang Muslimin Jalan Iswahyudi, Kecamatan Teluk Bayur sebelum lahan tersebut dibebaskan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Berau.

“Hal itu dilakukan dengan tujuan lahan yang dibebaskan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Berau mendapatkan nilai harga pembebasan yang tinggi, dimana nilai harga tanah pembebasan tersebut sudah diatur oleh tersangka SP dengan menggunakan dasar penilaian dari penilai KJPP SIH Wiryadi & Rekan,” ungkapnya dalam pers rilisnya.

Lanjut Jufri, sebagaimana hasil penilaian tersebut berdasarkan data pembanding yang didapatkan oleh AN dalam berkas perkara terpisah/splitzing) penilai publik dari KJPP SIH Wiryadi & Rekan yang melakukan inspeksi langsung ke lokasi dan data pembanding tersebut diverifikasi dan dilakukan penilaian oleh SS.

“Dalam berkas perkara terpisah/splitzing) selaku penilai dari KJPP SIH Wiryadi & Rekan dan telah diketahui bahwa data pembanding yang dilakukan penilaian adalah tidak valid kebenarannya, sehingga nilai penggantian wajar harga tanah pada objek lahan tersebut menjadi tinggi dan tidak sesuai dengan kebenarannya ” ujarnya. (Portalberau.online)