Baca Terkini Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Berau Terkini.

Tunggu Audit, Hibah Parpol Belum Cair

TANJUNG REDEB, – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau saat ini tengah menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kalimantan Timur terkait laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana hibah partai politik (parpol) tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Berau Datu Kesuma. Disebutkan, ada sembilan partai politik yang menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten setiap tahunnya. Parpol tersebut merupakan partai yang memiliki perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau.

“Sampai sekarang belum ada pencairan hibah ke Parpol dikarenakan audit dari BPK belum selesai. Untuk kapan kepastian selesainya belum dapat dipastikan,” terangnya, Minggu (4/4). Datu yang juga menjabat sebagai Asisten 1 di Sekretariat Kabupaten Berau itu, juga menjelaskan dalam pemberian bantuan hibah parpol memang melalui sejumlah proses yang panjang.  Salah satunya yakni proses pertanggung jawaban dari dana yang sudah dikeluarkan tahun sebelumnya.

Jika proses audit BPK telah rampung, selanjutnya partai politik calon penerima hibah wajib kembali mengajukan proposal kepada Bupati Berau. Kemudian Bupati akan menerbitkan surat keputusan pembentukan tim verifikasi kelengkapan administrasi pengajuan permohonan bantuan keuangan Parpol tahun 2021.

“Tim itu nanti diketuai Kepala Kesbangpol, dan anggotanya ada KPU, Inspektorat dan sejumlah pejabat lain dari Pemkab Berau serta kalangan professional. Kalau sudah terverifikasi dan lengkap baru bisa dicairkan,” jelasnya.

Untuk bantuan hibah sendiri, kata dia, nanti akan disesuaikan dengan jumlah suara sah hasil Pileg tahun 2019. Dari laporan KPU Berau, partai politik yang menerima hibah terbanyak yakni NasDem, Golkar, PPP dan PKS.

Dengan perolehan suara sah Pileg 2019 sebanyak 22.379 maka Partai NasDem akan menerima hibah senilai  Rp 171 juta, lalu Partai Golkar dengan 19.346 suara mendapat Rp 147 juta dan PPP dengan 15.110 suara Rp 115 Juta serta PKS dengan 14.833 suara mendapatkan Rp 113 juta.

“Untuk PDIP Rp 79 juta, Demokrat Rp 64 juta, PAN  Rp 63 juta, Gerindra Rp 60 juta dan Hanura Rp 29 juta,” ungkapnya.

Lanjut Datu, tujuan bantuan hibah Parpol tersebut yaitu untuk meningkatkan volume dan mutu kaderisasi partai politik yang dirancang dalam pengembangan program dan sumber daya partai. Terciptanya desentralisasi kewenangan internal partai politik sehingga lebih inovatif dan mandiri serta mendorong revitalisasi pola rekrutmen dan promosi kader partai untuk mencapai jenjang karier politik.

“Serta menghilangkan praktik politik transaksional di tubuh partai. Selain itu juga mendorong tumbuhnya partisipasi politik masyarakat yang lebih berkualitas melalui pendidikan politik,” tutupnya.(***)